Thursday, October 17, 2013

Visual, Auditori, atau Kinestetik?


This picture is taken from google.com

Selamat sore teman-temaan :D Sekarang lagi sore nih pas nulis post ini hehehe. Lagi pada ngapain? Browsing-browsing nggak jelas ya? Sampe bias-bisanya nyantol ngebaca post ini hahaha.

Di post kali ini, saya mau ngebahas tentang gaya belajar nih. Kan post sebelumnya udah tentang apa itu belajar. Jadi sekarang saya ngebahas gaya belajar, tipe-tipe belajar setiap individu. Teman-teman pasti sudah tahu dong ya. Gaya belajar ini untuk setiap orang itu berbeda-beda. Karena setiap manusia terlahir dengan keunikan masing-masing. Eeeaaaaaa hahaha.

Nah, menurut sumber-sumber yang saya kumpulkan, gaya belajar merupakan suatu kombinasi tentang bagaimana kita menyerap serta mengatur dan mengelola informasi yang kita dapatkan. Sederhananya, cara yang menurut kita paling mudah untuk menerima pelajaran. Gaya belajar itu ada macam-macam, tapi pada umumnya dikelompokkan menjadi 3, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.

Gaya belajar visual merupakan gaya belajar yang berpusat pada pengelihatan. Gaya belajar seperti ini biasanya mengutamakan bukti-bukti kongkret yang terlihat untuk mempercayai suatu hal. Beberapa karakteristik khas gaya belajar ini yaitu, harus melihat sesuatu secara visual untuk mengerti atau memahami, memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, terlalu reaktif terhadap suara, sulit mengikuti instruksi secara lisan, dan seringkali salah dalam menginterpretasikan kata atau ucapan. Strategi untuk mempermudah proses belajar gaya belajar ini yaitu dengan menandai hal-hal penting dengan warna, membuat catatan atau materi dengan gambar-gambar, mind map, grafik, atau diagram, dan belajar menggunakan multi-media seperti video.

Gaya belajar yang kedua, yaitu auditori, merupakan gaya belajar yang berpusat pada pendengaran atau suara. Orang dengan gaya belajar ini biasanya belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang pemateri katakan. Individu dengan tipe belajar ini mampu mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, tinggi-rendahnya suara, juga kecepatan berbicara. Orang dengan tipe belajar ini biasanya bisa menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras atau dengan mendengarkan kaset. Musik juga bisa mempermudah gaya belajar auditori dalam menyerap pelajaran.

Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang mengharuskan individu untuk menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Beberapa karakteristik tipe belajar ini yaitu selalu menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya, sulit duduk diam, harus selalu bergerak, menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar, dan menyukai permainan atau aktivitas fisik. Gaya belajar ini juga harus memraktekan langsung pelajaran yang ia dapatkan untuk bisa mengingatnya dengan baik.

Jadi, gaya belajar mana yang cocok dengan pribadi kamu? Menurut saya, menemukan gaya belajar yang tepat itu sangat penting. Karena gaya belajar yang tepat akan membantu dan memudahkan kita untuk menyerap pelajaran dengan baik dan lebih cepat. Sekian post tentang gaya belajar ini, semoga bisa membantu :)

Regards, Oryza.

1 comment:

  1. wuaaahhhhh kereeeennn neh Gaya Belajar, atau Belajar Gaya... he..he..he.. Belajar punya gaya juga ternyata - seperti orang yang di atas panggung :)
    Ini kata beberapa teori yang berkebang - modus Pengalaman belajar adalah sebagai berikut: kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.
    Jadi dapat saja sebenarnya 'gaya belajar' itu kombinasi dari ketiga hal diatas, tentu lagi-lagi ini tergantung dari tiap individu. Kondisi tiap individu yang berbeda - baik dalam diri maupun dari luar dirinya yang mengkondisikan gaya belajar yang dipilih. Kondisi dalam diri dan luar diri inilah yang membentuk bagaiana seseorang mengatur dan menentukan gaya belajarnya. Kebiasaan tiap orang dalam belajar tentulah berbeda, karena kebiasaan ini tersusun dari cara bagaimana dia melakukan sejak kecil. cara yang diulang terus menerus karena merasa nyaman akan berkembang menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi agak 'paten' kalau dapat menyesuaikan dengan kondisi sekitar. Inilah kemudian yang menjadi 'gaya belajar' itu. Bisa satu-satu visual, auditory atau kinestetic dan bisa juga merupakan kombinasi dari ketiganya. Bagaimana gaya belajar kita? tentu diri kita yang paling tahu. Perhatikan dan ingat-ingat apa yang kita lakukan diwaktu sebelumnya sehingga kita mudah faham dan mendapat nilai bagussss. itulah seharusnya yang kita lakukan lagi ... jika kita menemukan kondisi baru maka ia akan menyesuaikan dan itulah pilihan gaya belajar kita. Jadi ... kita adalah penentunya, he..he..he..

    ReplyDelete