| this picture is taken from google.com |
Haloooooo. Selamat pagi siang
sore malam :D Dalam post ini saya mau membahas tentang kreativitas dan Teori
SCAMPER. Sebenernya kreatif itu gimana sih? Teori SCAMPER itu apa? Nah langsung
aja yaaa.
Kreatifitas adalah kemampuan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek dari perspektif baru, dan menentukan kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran. (James R. Evans, 1994)
Nah, kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Kreativitas adalah 1kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2perihal berkreasi; kekereatifan.
Kreatif sendiri berarti 1memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang – menghendaki kecerdasan dan imajinasi.
Dari beberapa pengertian di atas, kreativitas merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan suatu hal baru, tidak selalu menciptakan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi juga bisa mengembangkan sesuatu menjadi lebih baik dan bermanfaat. Dengan begitu, bisa lebih berguna untuk kehidupan manusia sehari-hari.
Terkadang, terasa sangat
sulit mendapatkan sebuah ide untuk mengembangkan sesuatu, atau menemukan
sesuatu yang baru. Nah, di sinilah Teori SCAMPER, suatu teknik kreatif untuk
brainstorming bisa membantu teman-teman. Dengan Teori SCAMPER ini kita bisa
terbantu untuk menemukan hal-hal unik yang baru, menjadi termotivasi untuk
berpikir bagaimana kita bisa mengembangkan suatu benda yang sudah ada menjadi
hal baru yang lebih berguna dan bermanfaat.
SCAMPER sendiri merupakan
akronim dari Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to another Use, Eliminate,
and Reverse. Teori SCAMPER ini
didasarkan pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang baru merupakan modifikasi
dari sesuatu yang sudah ada.
Yang pertama, Subtitute atau mengganti. Metode ini
berusaha memikirkan dan melakukan penggantian bagian dari hal yang sudah ada
sehingga bisa lebih bermanfaat dan lebih baik dari sebelumnya.
Combine, di metode ini kita melakukan
penggabungan dua atau lebih bagian tertentu dari sesuatu yang sudah ada
sehingga menghasilkan hal baru yang berbeda dan lebih bermanfaat.
Adapt, berusaha melakukan adaptasi ide
yang sudah ada untuk memecahkan masalah yang ada ataupun mengadaptasikan hal
yang sudah ada menjadi lebih baik untuk penggunanya.
Magnify, melakukan pembesaran atau
perluasan ide sehingga dapat memberikan nilai tambah atau menambahkan kegunaan
lain dari sebelumnya.
Put to another use, menempatkan ide yang
sudah ke dalam bentuk lain sehingga dapat memecahkan masalah yang ada.
Eliminate, melakukan penyederhanaan,
pengurangan, atau penghilangan komponen-komponen tertentu sehingga bias lebih
focus pada bagian atau fungsi yang paling penting.
Reverse, berusaha melakukan upaya
penyusunan atau penataan ulang yang berbeda dari komponen atau prosedur yang
sudah ada sehingga dapat memberikan nilai tambah dibandingkan dengan
sebelumnya.
Biasanya, tujuh metode ini
akan lebih mudah diterapkan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang
menjurus ke masing-masing metode tersebut. Dengan begitu, bisa lebih membantu
saat melakukan brainstorming sehingga lebih mudah pula untuk mengkreasikan
hal-hal yang sudah ada dan dapat menghasilkan hal baru yang lebih bermanfaat
dan lebih baik.
Semoga info tentang teori
scamper ini bisa membantu teman-teman :)
Regards, Oryza.
No comments:
Post a Comment