Monday, September 23, 2013

Kenapa sih Kuliah?


This picture is taken from google.com

Hi. Di post kali ini, saya akan membahas tentang, “Kenapa sih kita itu harus kuliah?”

Terkadang, kita bingung jika ditanyai hal sepele seperti itu. Kalau mau jujur, saya pun seperti itu hihi. Biasanya, jawaban yang paling umum adalah, “mau bahagiain orang tua.” Atau beberapa yang dari daerah (termasuk saya), “nantinya bakal balik ke kota asal dan mengembangkan sumber daya supaya termanfaatkan secara maksimal. Supaya kota kita yang belum padat seperti Jakarta atau Surabaya, bisa lebih maju (bukan malah ikut padat dan ribet ya). Lebih mudah untuk segala akses kebutuhan, dan masyarakatnya juga bisa lebih melek huruf, melek teknologi.”

Nah, ayah saya pernah bilang, sebenernya kuliah itu bukan untuk nantinya mudah cari kerja atau apa. Bagus kalau niat mulia untuk mengembangkan kampung halaman itu memang benar-benar dari hati. Memang, zaman sekarang ini orang dengan lulusan S1 atau S2 pasti lebih dicari. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau lulusan SMA pun bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Tapi bukan itu intinya. Ada alasan lain, yaitu untuk membentuk pola pikir. Kita yang awalnya memiliki pola pikir anak-anak dari masa SMA, menjadi pola pikir mahasiswa. Menjadi lebih dewasa, tetapi tetap dalam proses belajar. Pola pikir yang lebih ilmiah, yang lebih realistis. Dalam menyaring segala informasi harus berdasarkan fakta, bukan hanya kata si ini atau kata si itu.

Kenapa fakta itu penting? Ya, tidak mungkin kita mendapatkan informasi hanya berdasarkan sumber yang tidak pasti. Siapa yang akan mempercayai apa yang kita bicarakan jika sumber itu tidak akurat? Oleh karena itu, mulai sekarang, cari sumber yang benar-benar pasti, baru bicarakan hehe.

Selain masalah realistis dan fakta, pola pikir yang dimaksud juga tentang bagaimana kita menyikapi suatu masalah, dan bagaimana kita memosisikan diri di masyarakat. Dalam suatu kegiatan pada saat awal masuk kuliah, yaitu GERIGI ITS 2013, dalam materi peran fungsi mahasiswa, dijelaskan bahwa mahasiswa memiliki 4 peran, yaitu iron stock, agent of change, moral force, dan social control. Dalam hal ini, kita ada untuk bermanfaat di masyarakat, bermanfaat untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jadi, mulai sekarang, pikirkan apa yang sudah dan akan kita lakukan untuk bangsa, bukan apa yang sudah bangsa ini berikan untuk kita.

Regards, Oryza.

2 comments: