![]() |
| This picture is taken from google.com |
Hi. Di post kali ini, saya akan membahas tentang, “Kenapa sih kita itu harus kuliah?”
Terkadang, kita bingung jika
ditanyai hal sepele seperti itu. Kalau mau jujur, saya pun seperti itu hihi.
Biasanya, jawaban yang paling umum adalah, “mau bahagiain orang tua.” Atau
beberapa yang dari daerah (termasuk saya), “nantinya bakal balik ke kota asal
dan mengembangkan sumber daya supaya termanfaatkan secara maksimal. Supaya kota
kita yang belum padat seperti Jakarta atau Surabaya, bisa lebih maju (bukan malah
ikut padat dan ribet ya). Lebih mudah untuk segala akses kebutuhan, dan
masyarakatnya juga bisa lebih melek huruf, melek teknologi.”
Nah, ayah saya pernah bilang,
sebenernya kuliah itu bukan untuk nantinya mudah cari kerja atau apa. Bagus kalau
niat mulia untuk mengembangkan kampung halaman itu memang benar-benar dari
hati. Memang, zaman sekarang ini orang dengan lulusan S1 atau S2 pasti lebih
dicari. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau lulusan SMA pun bisa
mendapatkan pekerjaan yang layak. Tapi bukan itu intinya. Ada alasan lain,
yaitu untuk membentuk pola pikir. Kita yang awalnya memiliki pola pikir
anak-anak dari masa SMA, menjadi pola pikir mahasiswa. Menjadi lebih dewasa,
tetapi tetap dalam proses belajar. Pola pikir yang lebih ilmiah, yang lebih
realistis. Dalam menyaring segala informasi harus berdasarkan fakta, bukan
hanya kata si ini atau kata si itu.
Kenapa fakta itu penting? Ya, tidak
mungkin kita mendapatkan informasi hanya berdasarkan sumber yang tidak pasti.
Siapa yang akan mempercayai apa yang kita bicarakan jika sumber itu tidak
akurat? Oleh karena itu, mulai sekarang, cari sumber yang benar-benar pasti,
baru bicarakan hehe.
Selain masalah realistis dan fakta,
pola pikir yang dimaksud juga tentang bagaimana kita menyikapi suatu masalah,
dan bagaimana kita memosisikan diri di masyarakat. Dalam suatu kegiatan pada
saat awal masuk kuliah, yaitu GERIGI ITS 2013, dalam materi peran fungsi
mahasiswa, dijelaskan bahwa mahasiswa memiliki 4 peran, yaitu iron stock, agent of change, moral force, dan
social control. Dalam hal ini, kita
ada untuk bermanfaat di masyarakat, bermanfaat untuk bangsa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Jadi, mulai sekarang, pikirkan apa
yang sudah dan akan kita lakukan untuk bangsa, bukan apa yang sudah bangsa ini
berikan untuk kita.
Regards, Oryza.

Belajar hidup
ReplyDeleteNah kalau yang itu dimanapun dan kapanpun pasti belajar hehee
Delete