Saturday, December 7, 2013

Public Speaking.


This picture is taken from google.com

Haaaaaiiiii :D Apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu sehat dan damai dalam lindungan Allah ya :))

Pada kesempatan kali ini saya mau sharing tentang public speaking atau berbicara di depan umum. Ini merupakan salah satu materi yang saya dapatkan dari mata kuliah saya, yaitu keterampilan interpersonal.

Public speaking, kalau kalian sama sekali belum pernah melakukannya, atau mengingat pertama kali kalian melakukan ini, menurut kalian mudah atau sulit sih? Kalau saya pribadi ya, agak-agak susah hehe. Yah berhubung saya itu orangnya agak pemalu, jadi bicara di depan umum itu bukan hobi saya hihi. Tapi memang segala sesuatu, kalau kita belum coba pasti terasa sulit. Padahal, beranikan diri sekali saja untuk bergerak, setelah itu pasti kita merasa biasa-biasa saja, dan malah jadi terbiasa. Jadi, pada topic kali ini saya bagi jadi 2 ya. Tahap persiapan dan tahap presentasi.


Yang pertama, tahap persiapan. Nah di tahap persiapan ini, kita mempersiapkan semuanya. Mulai dari materi, penampilan, dan cara kita menyampaikan materi yang dibawakan. Semuanya harus kita siapkan dengan baik. Agar penjelasannya lebih mudah, kita pakai 5W+1H.

WHAT? Ini merupakan persiapan untuk materi apa yang akan kita sampaikan. Usahakan materi yang kita sampaikan ini tidak berbelit-belit, sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh audiens. Berikan juga beberapa contoh untuk memudahkan audiens memahami masalah yang sedang kita sampaikan.

WHO? Siapa saja kah pendengar atau penonton kita? Materi yang disampaikan tentu harus disesuaikan dengan usia, pekerjaan, maupun jumlah audiens yang hadir. Jika audiensnya adalah anak-anak, tentu kita harus menggunakan bahasa yang sangat simpel dan mudah dimengerti, serta harus disampaikan dengan menarik, karena biasanya anak-anak mudah bosan. Jika kita menyampaikan materi untuk kaum terpelajar, mungkin materi yang disampaikan maupun bahasa yang digunakan bisa agak berat, tetapi tetap interaktif dan mudah dimengerti. Untuk jumlah audiens, tentu saja jika audiensnya banyak, volume suara kita harus keras. Kemudian jika audiensnya sedikit, tentu saja jangan sampai suara kita terlalu keras. Semuanya harus kita perkirakan dengan baik.

WHERE? Pada saat akan melakukan presentasi, kita harus sudah mengetahui tempat dan sarana yang ada seperti apa. Jika sudah mengetahui dan mengenal tempatnya, tentu kita bisa merasa nyaman pada saat melakukan presentasi. Dengan mengetahui sarana yang ada, kita bisa menentukan akan melakukan presentasi seperti apa dengan memanfaatkan sarana-sarana yang ada.

WHEN? Mengetahui waktu atau durasi yang diberikan untuk kita juga penting. Sehingga kita bisa mempersiapkan materi presentasi dengan baik. Apakah panjang, mengikuti waktu yang disediakan karena cukup banyak, atau pendek tetapi didominasi dengan praktek karena waktu yang disediakan hanya sedikit. Mengetahui kapan dilaksanakannya juga penting, karena jika dilaksanakan siang hari, biasanya audiens sudah mengantuk dan malas mendengarkan materi. Oleh karena itu kita bisa mempersiakan materi yang interaktif, sehingga audiens tidak merasa bosan.

WHY? Kita juga harus mengetahui untuk tujuan apa kita membawakan materi, sehingga materi yang dibawakan bisa dipersiapkan dengan baik.

Yang terakhir, HOW? Bagaimana cara kita menyampaikan? Yang paling besar harus diperhatikan yaitu ekspresi wajah, bahasa tubuh, juga gerakan tubuh. Kemudian nada dan suara, lalu penggunaan kata. Mengapa bahasa tubuh yang terpenting? Karena bahasa tubuh adalah hal-hal yang secara tidak sadar juga kita sampaikan kepada audiens, sehingga kita harus berhati-hati. Jika kita memperlihatkan bahasa tubuh yang tidak baik atau tidak sopan, tentu bisa saja disalahartikan oleh audiens.

Untuk tahap presentasi, teman-teman bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
1.       Bangkitkan antusiasme audiens
2.       Ciptakan situasi yang menyenangkan
3.       Gunakan alat bantu agar presentasi menjadi lebih interaktif
4.       Usahakan pendengar berpartisipasi dalam materi yang sedang kita sampaikan
5.       Atasi terlebih dahulu pendengar yang sulit, seperti menarik perhatiannya
6.       Berikan sesi tanya jawab, sehingga pendengar bisa menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti
7.       Teruslah berlatih, berlatih, dan berlatih :)

Yak, dari materi di atas, mungkin teman-teman bisa praktekkan mulai dari tahap persiapan hingga tahap presentasi. Intinya, beranilah untuk mencoba dan teruslah berlatih, jangan mudah menyerah. Oh iya, untuk teman-teman yang ingin belajar lebih dalam dan menguasai lebih baik lagi tentang public speaking bisa di www.teachyourkidspublicspeaking.com. Semoga bisa membantu :D

Regards, Oryza.

No comments:

Post a Comment